Dok. foto: Joshua Liem/Tim Melihat Lebih Jernih

Sabtu pagi, 8 November 2025, sepuluh orang dari berbagai latar belakang dan komunitas berkumpul di HOWL Library & Creative Space, Ciumbuleut, Bandung. Mereka bukan peserta seminar biasa. Tak ada panggung, tak ada kursi. Hanya alas duduk sederhana, meja kayu, dan pencahayaan matahari yang menyusup lewat jendela. Di ruang bernama Attic itu, mereka datang untuk satu tujuan: belajar melihat lebih jernih. 

Acara bertajuk "Ruang Temu: Melihat Lebih Jernih 5.0" ini digagas oleh Tim Melihat Lebih Jernih, sebuah inisiatif yang mengubah buku menjadi suatu gerakan. Bukan gerakan besar nan riuh, melainkan gerakan kecil yang sunyi, menyentuh luka, merawat kecemasan, dan menghadirkan ruang aman bagi siapa saja yang ingin hadir sebagai diri sendiri.

CEO PT Pijar Integra Psikologi (PIP) Universitas Padjadjaran, Ike Marieta, S.Psi., Psikolog, membuka acara Ruang Temu dengan sambutan hangat. Beliau menyatakan bahwa isu kesehatan mental kini membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak. "Namun, dukungan terhadap ekosistem ini alangkah lebih baik jika hadir dari komunitas dengan ruang aman.” Demikian tutur Ike.

Sesi pertama dipandu oleh Hilyah Irsalina, M.Psi., Psikolog. Ia mengajak peserta menyelami praktik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Support Group. Di sesi ini, peserta belajar mengenali pola pikir negatif yang kerap muncul tanpa disadari. Mereka berlatih mengganti respon, mengubah narasi batin, dan menyusun ulang cara pandang terhadap diri sendiri. Peserta pun belajar merasa dan berpikir secara lebih adaptif dan sehat serta membedakan antara perasaan dan pikiran. 

Sesi selanjutnya terasa lebih sunyi. Foggy FF, penulis sekaligus Project Director Ruang Temu, memandu sesi Mindfulness Writing dan meditasi. Pada kesempatan tersebut, ia mengajak peserta untuk berhenti sejenak, memusatkan perhatian pada nafas, lalu mengalirkan kesadaran itu ke dalam tulisan. Sebab, menulis merupakan salah satu upaya untuk merawat diri.

Ginaya Keisya melanjutkan acara Ruang Temu dengan sesi Simple Journaling. Di sini, ia memperkenalkan berbagai bentuk jurnal: dari daily journal, art journal hingga goal journal -yang menitikberatkan pada tujuan jangka panjang. Sesi yang dimulai selepas jeda shalat Zuhur dan makan siang ini mengajak peserta untuk journaling secara langsung dengan memanfaatkan alat dan bahan yang sudah disiapkan oleh panitia. Dari latihan singkat ini, banyak yang menemukan bahwa journaling bisa menjadi alternatif sederhana untuk mengenal diri dan menulis menjadi sarana terapi. 

Pada sesi terakhir, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan Creative Do It Yourself (DIY) Project berdasarkan panduan dari Cici Purnama Sari. Peserta merajut, melipat, dan mencipta dengan tangan mereka sendiri. Di sini tak ada target, tak ada penilaian. Hanya proses yang dinikmati secara perlahan. Di antara tawa dan obrolan ringan, para peserta belajar hadir sepenuhnya dalam gerakan kecil, Mindfulness

"Dari sesi ke sesi, kita melihat bagaimana keheningan bisa menjadi ruang pertemuan yang sangat manusiawi," ungkap Foggy FF, menyimpulkan pengalamannya. Ruang Temu bukan sekadar seminar maupun lokakarya seperti pada umumnya. Ia adalah ruang aman, ruang percakapan, dan ruang refleksi bagi siapa saja. Tempat orang belajar hadir, melihat ke dirinya sendiri dan orang dengan lebih jernih. 

Sebagai mitra komunitas, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Kota Bandung melihat Ruang Temu sebagai bentuk literasi yang hidup. Literasi yang tidak hanya bicara soal teks, tapi juga tentang tubuh, emosi, dan relasi. Di sini, buku menjelma menjadi praktik nyata. Praktik menjelma  menjadi pemulihan. Pemulihan menjelma menjadi gerakan. 

Di akhir acara, peserta tidak hanya membawa bingkisan dari pihak penyelenggara dan penaja, tetapi juga membawa pulang sesuatu yang lebih sunyi: kelegaan, kehangatan, dan kesadaran bahwa merawat diri bisa dimulai dari hal-hal sederhana bahkan kecil. Dari kata, dari napas, dan dari keheningan itu sendiri. 

Bagi Sobat Pena yang tertarik lebih lanjut dengan gerakan ini, silakan berkunjung ke melihatlebihjernih.com atau ikuti konten Instagram @melihatlebihjernih []