| Suasana Diskusi Buku #7 FLP Kota Bandung di Taman Film |
Apa yang membuat seorang keturunan bangsawan begitu tekun menelusuri jejak seorang mantan abdi dalam kesultanan?
Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam Diskusi Buku Forum Lingkar Pena (FLP) Kota Bandung pada Ahad, 10 Mei 2026. Sore itu, para peserta diajak menyelami Rahasia Salinem, sebuah novel sejarah biografi yang memadukan kisah keluarga, pencarian identitas, dan jejak sejarah yang tersimpan selama puluhan tahun.
Sejak awal diskusi, rasa penasaran menjadi benang merah percakapan di antara peserta. Novel karya Wisnu Suryaning Adji dan Briliant Yotenega tersebut menghadirkan banyak tokoh dengan hubungan keluarga yang saling berkelindan. Nama demi nama muncul dalam alur cerita, membawa pembaca menyusuri lapisan demi lapisan sejarah keluarga yang tidak sederhana.
Kompleksitas itulah yang justru menarik perhatian peserta Diskusi Buku. Mereka berusaha merangkai keterhubungan antar tokoh sekaligus memahami motif yang mendorong seorang keturunan bangsawan menelusuri kehidupan Salinem, sosok sederhana yang pernah menjadi bagian dari lingkungan kesultanan.
Novel ini mengambil latar Solo pada era 1970-an. Meski dikemas sebagai karya fiksi sejarah biografi, cerita yang disajikan berangkat dari pengalaman nyata salah satu penulisnya. Fakta-fakta personal kemudian dikembangkan menjadi narasi yang lebih luas untuk mengungkap misteri yang selama ini tersembunyi di balik kehidupan Salinem.
Dalam diskusi, peserta menyoroti bagaimana novel tersebut menggabungkan unsur sejarah, biografi, dan drama keluarga. Alur pencarian yang dilakukan tokoh Tyo-yang tidak lain merupakan salah satu penulis buku ini, tidak hanya membuka fakta tentang masa lalu, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sejarah keluarga dapat membentuk cara seseorang memahami dirinya sendiri.
Bagi sebagian peserta, daya tarik utama novel ini terletak pada kemampuannya menahan rasa ingin tahu pembaca. Setiap jawaban yang ditemukan justru melahirkan pertanyaan baru. Siapa sebenarnya Salinem? Mengapa kehidupannya yang tampak sederhana menyimpan begitu banyak cerita? Dan mengapa jejak hidupnya masih dicari hingga beberapa generasi kemudian?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus bergulir sepanjang diskusi. Para peserta mencoba menafsirkan makna di balik perjalanan tokoh-tokohnya, sekaligus mendiskusikan hubungan antara sejarah keluarga, identitas, dan ingatan kolektif.
Diskusi akhirnya berujung pada pertanyaan yang sama dengan yang diajukan novel tersebut sejak halaman pertama: apa sebenarnya rahasia Salinem?
Jawabannya mungkin dapat ditemukan di dalam buku. Namun bagi peserta Diskusi Buku FLP Bandung, proses menelusuri jejak rahasia itu tampaknya sama menariknya dengan menemukan jawabannya. []
0 Comments
Post a Comment